Menurut Chusnul, penyelenggaraan festival ini berangkat dari identitas Kota Bogor sebagai kota hijau yang memiliki kekayaan flora dan fauna serta banyak komunitas yang aktif bergerak di bidang pelestarian lingkungan.
Potensi tersebut dinilai perlu memiliki ruang bersama agar semakin dikenal masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kita ingin mewujudkan Bogor yang nyaman. Nyaman itu artinya kita tetap menjaga alam, melestarikan alam, dan alam pun menjaga kita,” ujarnya.
Tidak hanya menampilkan pameran flora dan fauna, Festival Flona juga diramaikan stan produk unggulan masyarakat, layanan vaksinasi hewan, serta lomba menggambar dan mewarnai untuk anak anak.
Beragam kegiatan itu disiapkan untuk mengenalkan pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini.
Chusnul menilai edukasi menjadi tujuan utama penyelenggaraan festival.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian alam sekaligus mempererat hubungan antara komunitas pelestari dengan warga.
Ke depan, jumlah komunitas yang terlibat juga ditargetkan terus bertambah sehingga Festival Flona dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin besar.
“Ini baru awal dan baru ada enam komunitas yang kita ajak. Mudah mudahan ke depan akan semakin banyak komunitas yang bergabung,” ucapnya.





