INFOLADISHA – Kehilangan gigi tak hanya berdampak pada penampilan saat tersenyum.
Kondisi ini juga dapat mengganggu fungsi mengunyah hingga memengaruhi kesehatan struktur tulang rahang.
Dua pilihan yang umum digunakan untuk menggantikan gigi yang hilang adalah implan gigi dan gigi tiruan.
Meski memiliki fungsi yang sama, keduanya menawarkan karakteristik berbeda, mulai dari cara pemasangan, kenyamanan, perawatan, hingga biaya.
Melansir laman The Ohio State University pada Jumat (28/08), pilihan antara implan dan gigi tiruan perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan mulut, kepadatan tulang rahang, serta kemampuan anggaran pasien.
Baca Juga: Kebiasaan Scroll HP Sebelum Tidur Bisa Ganggu Istirahat Otak, Ini Penyebabnya
Implan gigi merupakan sekrup berbahan titanium yang ditanam melalui prosedur bedah ke tulang rahang. Alat tersebut berfungsi menyerupai akar gigi asli sebelum kemudian dipasangi mahkota atau crown.
Salah satu keunggulan utama implan adalah kemampuannya membantu menjaga kepadatan tulang rahang.
Cara kerjanya meniru fungsi akar gigi asli sehingga dapat merangsang tulang dan mengurangi risiko penyusutan tulang rahang.
Penelitian dalam Journal of Applied Oral Science menunjukkan tingkat keberhasilan jangka panjang implan gigi mencapai lebih dari 95 persen.
Penelitian itu juga menemukan bahwa implan dapat mencegah resorpsi atau penyusutan tulang rahang secara signifikan dibandingkan penggunaan gigi tiruan lepasan.





