INFOLADISHA – Menjaga warisan leluhur tidak cukup hanya dengan mengenang sejarah.
Pengetahuan, nilai, dan tradisi yang menyertainya perlu terus dibicarakan agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Semangat itulah yang mengemuka dalam Gotra Sawala Dewan Adat Sunda Langgeng Wisesa di Museum Pajajaran, Kota Bogor.
Sekitar 100 sesepuh pelestari budaya, budayawan, dan pelaku seni dari Bogor, Sukabumi, Depok, serta Cianjur menghadiri pertemuan tersebut.
Mereka bertukar pandangan mengenai keberlangsungan kebudayaan Sunda, mulai dari pemaknaan tradisi hingga masa depan Museum Pajajaran.
Baca Juga: Bukan Soal Besar Kecilnya Bantuan, Ini Pesan Jenal Mutaqin di Balik Donasi Guru Bogor untuk NTT
Salah satu isu yang mendapat perhatian adalah perjuangan memperkenalkan golok sebagai warisan budaya melalui gerakan Golok Road to UNESCO yang diusung Gatut Susanta.
Dalam kesempatan itu, Gatut menyampaikan harapannya agar para sesepuh di Bogor turut memberikan dukungan terhadap upaya yang tengah diperjuangkannya.
“Mohon doanya untuk sesepuh Bogor dalam ikut serta perjalanan panjang Golok Road to UNESCO,” ujar Gatut, Jumat (9/10/2026).
Gatut juga mengangkat nilai historis dan budaya golok dalam kehidupan masyarakat Sunda.
Dalam pemaparannya, ia menyebut golok sebagai gagaman sang Prabu yang dikaitkan dengan kitab Sanghyang Siksa Kandang Karesian.






Respon (1)