Aktivitas pembersihan massal ini dikenal dengan istilah bot purge.
Istilah tersebut mengacu pada penghapusan akun spam, bot otomatis, hingga aktivitas tidak autentik yang dinilai merusak kualitas interaksi di platform.
Baca Juga: 7 Tanda Awal Ginjal Bermasalah yang Sering Diabaikan, Jangan Tunggu Parah
Laporan Yahoo! pada 7 Mei 2026 menyebut langkah ini muncul setelah Instagram memperluas kebijakan konten orisinal sejak 5 Mei 2026.
Platform itu kini disebut tidak lagi merekomendasikan akun yang mayoritas mengunggah ulang konten milik pengguna lain.
Selain itu, muncul laporan bahwa Instagram mulai menggunakan sistem moderasi berbasis artificial intelligence atau AI yang lebih agresif untuk mendeteksi perilaku mencurigakan dan aktivitas terkoordinasi.
Dampaknya langsung terasa bagi kreator kecil hingga menengah yang selama ini mengandalkan engagement media sosial untuk membangun audiens.
Sejumlah pengguna mengaku kehilangan sekitar 2 sampai 5 persen followers mereka dalam waktu singkat.
Meski Meta menyebut ini sebagai proses rutin, gelombang penurunan followers dalam skala besar membuat banyak pengguna mempertanyakan kualitas sistem moderasi baru tersebut.
Sebab di media sosial, angka followers bukan cuma soal popularitas.
Buat sebagian orang, itu sudah seperti nilai rapor digital yang menentukan kerja sama brand sampai pemasukan bulanan.





