INFOLADISHA — Pernah dengar pepatah “biarkan uang bekerja untuk kamu”?
Kalau iya, strategi income investing bisa jadi jawaban buat kamu yang ingin menikmati aliran pendapatan rutin tanpa harus repot jual beli aset tiap waktu.
Konsep ini sebenarnya bukan barang baru, tapi belakangan makin populer seiring makin banyak orang yang sadar pentingnya pendapatan pasif, terutama di era serba tidak pasti seperti sekarang.
Apa Itu Income Investing?
Income investing adalah strategi investasi yang fokus utamanya bukan pada kenaikan harga aset (capital gain), tapi pada arus kas rutin yang dihasilkan dari aset tersebut.
Pendapatan ini bisa datang dari dividen saham, bunga obligasi, sewa properti, atau instrumen lain yang memberikan pemasukan reguler.
Singkatnya, kamu beli aset, lalu aset itu yang kasih kamu “gaji” secara periodik.
Contohnya gampang: kamu beli saham PT Telkom Indonesia yang rajin bagi dividen tiap tahun, atau kamu simpan uang di obligasi pemerintah dengan bunga 6% per tahun.
Bisa juga kamu punya properti yang disewakan, sehingga uang sewa jadi pemasukan tetap tiap bulan.
Sejak Kapan Income Investing Ada?
Jauh sebelum Wall Street berdiri megah, para pemilik tanah dan bangsawan Eropa sudah pakai prinsip serupa yakni punya aset yang bisa menghasilkan uang secara konsisten.
Di abad ke-20, income investing mulai diformalkan oleh manajer investasi di Amerika dan Eropa, khususnya untuk mengelola dana pensiun.
Mereka memprioritaskan portofolio saham dividen dan obligasi yang stabil. Sampai sekarang, income investing masih jadi strategi andalan untuk investor yang mendambakan kestabilan dan proteksi risiko.







