Jenal memastikan pemerintah tidak berniat mempersulit mobilitas masyarakat. Menurutnya, langkah penutupan dilakukan murni demi keselamatan warga.
“Kalau saya lebih berpikir lebih baik aman daripada dekat tapi membahayakan. Jalan ini sudah dua kali retak meski sudah diaspal kembali. Artinya memang sudah tidak aman,” ucapnya.





