Muklis (49), warga Bogor Tengah, mengaku sempat kagok saat pertama kali mencoba pola baru tersebut.
“Masih kagok, enggak biasa. Ini baru pertama uji coba, jadi belum terbiasa. Mungkin kalau sudah dua atau tiga hari, bakal lebih lancar,” ujarnya.
Meski begitu, ia menilai sistem baru justru memberi rasa aman lebih baik karena tidak terganggu kendaraan umum yang berhenti mendadak.
Warga lain, Nina (27), dari Bogor Barat, juga menilai perubahan ini butuh waktu penyesuaian.
Namun ia melihat dampak positif mulai terasa terhadap ketertiban arus kendaraan.
“Jadi lebih tertib sih karena angkot berhenti di kiri kalau ada penumpang naik turun, terus kita yang parkir di kanan jadi nggak numpuk di satu titik dan lebih aman juga,” tuturnya.
Ia menambahkan, efektivitas kebijakan tersebut masih perlu diuji terutama saat akhir pekan ketika volume kendaraan meningkat dan kesabaran publik biasanya menurun bersamaan.
Dishub Kota Bogor menyatakan evaluasi akan terus dilakukan selama masa uji coba.
Petugas lapangan, juru parkir, dan pengatur lalu lintas juga disiagakan untuk menjaga kelancaran serta keamanan skema baru itu.





