Kebiasaan saat mengisi bensin juga bisa menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Baca Juga: Kenaikan PAT Dipersoalkan Pengusaha, Pemkab Bogor Tunggu Apindo
Tangki tidak perlu dipaksa terisi melebihi batas normal hanya demi memastikan tidak ada ruang kosong.
Bahan bakar membutuhkan ruang untuk pemuaian dan kendaraan telah memiliki sistem untuk menangani uap yang terbentuk di dalam tangki.
Masalah lain dapat berasal dari sistem yang mengatur sirkulasi uap bahan bakar.
Ketika komponen atau salurannya mengalami gangguan, aroma bensin dapat lebih mudah tercium di sekitar kendaraan dan berpotensi masuk ke kabin.
Bagian ini sebaiknya diperiksa teknisi karena berkaitan dengan sistem bahan bakar dan pengendalian emisi.
Kondisi kabin sendiri juga layak diperhatikan. Seal pintu, karet bodi, atau komponen penyekat yang sudah getas dapat membuat udara dari luar masuk lebih mudah.
Petunjuknya bisa terlihat ketika bau bensin terasa lebih kuat saat mobil melaju atau ketika AC mengambil udara dari luar.
Dalam situasi darurat ketika aroma bensin mulai tercium saat perjalanan, pengaturan AC ke mode resirkulasi dapat digunakan untuk sementara.
Cara ini membantu membatasi masuknya udara dari luar, tetapi tidak menghilangkan penyebab bau.
Jika aroma bahan bakar justru semakin menyengat, langkah yang lebih aman adalah menepi di tempat yang sesuai dan mematikan mesin.






Respon (1)