Perubahan suhu saat vitamin dikeluarkan dari lemari pendingin juga dapat memicu kondensasi. Kondisi ini membuat titik-titik air muncul pada kemasan apabila produk tidak ditangani dengan tepat.
Meski begitu, ada produk tertentu, termasuk sejumlah vitamin cair, yang memang membutuhkan penyimpanan dingin.
Jika produsen menginstruksikan agar produk dimasukkan ke lemari pendingin setelah dibuka, aturan tersebut perlu diikuti.
Karena itu, jangan menentukan cara penyimpanan hanya berdasarkan kebiasaan atau anggapan bahwa semua vitamin akan lebih awet jika disimpan dalam suhu dingin.
Jangan hanya mengandalkan tanggal kedaluwarsa
Tanggal kedaluwarsa memang penting, tetapi kondisi produk juga perlu diperhatikan sebelum digunakan.
Perubahan fisik dapat menjadi petunjuk bahwa vitamin mengalami masalah selama penyimpanan.
Waspadai tablet yang melembek, kapsul yang saling lengket, perubahan warna atau tekstur, serta kemasan yang rusak. Perubahan bau juga patut dicermati.
Namun, vitamin yang tampak normal belum tentu masih memiliki kandungan sesuai kadar yang tercantum pada label.
Sebaliknya, perubahan fisik yang mencurigakan tidak cukup untuk memastikan penyebab kerusakan hanya melalui pengamatan.
Vitamin yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa sebaiknya tidak digunakan.
Jika produk menunjukkan perubahan yang tidak biasa, hindari mencicipinya untuk menguji kondisi atau sekadar mengandalkan bau.





