“Untuk sementara, motor tidak bisa dilalui karena ada beberapa faktor nonteknis yang harus diproses. Sebagian warga, khususnya warga Pasirjaya, ada yang menolak,” kata Rizki.
Pihak kelurahan akan melakukan sosialisasi secara bertahap untuk menjelaskan fungsi jembatan kepada masyarakat.
Baca Juga: Tunggakan Pajak Rp11,7 Miliar, Pemkot Bogor Pasang Plang Peringatan di Terminal Baranangsiang
Menurut Rizki, sejak awal fasilitas tersebut memang direncanakan sebagai JPO. Karena itu, pembukaan akses bagi kendaraan bermotor tidak bisa dilakukan begitu saja.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan pengawasan keamanan setelah jembatan mulai digunakan. Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, petugas sekuriti akan ditempatkan sementara untuk memantau aktivitas orang yang melintas.
Pengawasan tersebut akan dievaluasi setelah situasi dinilai aman dan masyarakat mampu menjaga lingkungan secara mandiri.
Perjalanan ke sekolah dan fasilitas kesehatan jadi perhatian
Salah seorang warga Pasirjaya, Rahma, menyambut baik pembukaan jembatan tersebut. Menurutnya, akses baru ini berpotensi memangkas waktu perjalanan warga menuju sejumlah fasilitas penting.
Dia menyoroti sulitnya perjalanan menuju fasilitas kesehatan yang sebelumnya harus ditempuh melalui jalur yang jauh dan terjal.
“Ada yang sampai meninggal karena jaraknya jauh ke fasilitas kesehatan. Sekarang terpangkas waktu tempuhnya. Alhamdulillah semoga awet dan memberikan keamanan juga bermanfaat bagi warga,” ujar Rahma.







Respon (1)