Pemerintah berencana melakukan normalisasi saluran irigasi di kawasan tersebut guna menjaga pasokan air bagi para pembudidaya ikan.
Menurut Rudy, dampak musim kemarau tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga berpotensi memengaruhi aktivitas perikanan jika ketersediaan air tidak dipersiapkan sejak awal.
“Karena pada saat kondisi kemarau, air sudah surut. Kami ingin memastikan bahwa seluruh perikanan, pertanian yang ada di Kabupaten Bogor tetap dapat berjalan dalam kondisi apapun,” ujarnya.
Baca Juga: Gudang Motor Listrik BGN di Sentul Disegel Kejagung, Aktivitas Karyawan Masih Berjalan Normal
Selain melakukan normalisasi irigasi, Pemkab Bogor juga menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kekeringan di sejumlah wilayah.
Pemerintah daerah akan menyiapkan beberapa titik sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat ketika pasokan air mulai berkurang.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Bogor menggandeng TNI, Polri, serta kelompok masyarakat untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tahun ini.
“Lalu kami menyiapkan beberapa titik-titik sumber air untuk mengantisipasi kekeringan. Kami bersinergi dengan TNI, Polri, dengan kelompok-kelompok masyarakat,” kata Rudy.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap sektor pertanian dan perikanan tetap berjalan normal meski menghadapi tantangan penurunan debit air selama musim kemarau.




