Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana kemudian diterjunkan untuk melakukan asesmen sekaligus menyalurkan 8.000 liter air bersih.
Baca Juga: Depok Diberi Waktu Sepekan Angkut Sampah di Cibinong, Pemkab Bogor Soroti TPS Liar Perbatasan
Dengan tambahan tersebut, total distribusi air bersih yang dilakukan BPBD Kota Bogor dalam satu hari mencapai 12.000 liter.
Dimas mengatakan pihaknya akan terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan selama cuaca kering masih berlangsung.
Menurutnya, langkah cepat diperlukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi ketika muncul laporan serupa.
Ia juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak karena potensi kekeringan masih bisa meluas apabila musim kemarau terus berlanjut.
Sementara itu, Lurah Bubulak Anjar Apriyana mengatakan wilayah RT 01 RW 12 hampir setiap tahun mengalami kekeringan.
Kondisi tersebut dipengaruhi karakter tanah yang didominasi bebatuan sehingga sumur warga sulit menyimpan cadangan air.
Selain itu, layanan jaringan air perpipaan belum menjangkau seluruh kawasan sehingga sebagian besar warga masih mengandalkan sumur resapan.
Meski berada tidak jauh dari Sungai Cisadane, posisi permukiman yang berada di dataran lebih tinggi membuat air sungai tidak bisa dimanfaatkan sebagai sumber air bersih.
Anjar mengapresiasi respons cepat BPBD Kota Bogor yang mengirimkan mobil tangki air setelah laporan diterima.





