Kendati mengalami pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur yang pesat, isu sosial masih menjadi perhatian serius pihak kecamatan. Rokib tak memungkiri bila saat ini tercatat masih ada lebih dari 13 ribu warga yang tergolong dalam kategori miskin ekstrem.
“Karenanya, untuk memastikan intervensi bantuan sosial dari pemerintah tepat sasaran, kami terus melakukan verifikasi dan pembaruan data desil secara bertahap,” jelas Rokib.
Dirinya mengklaim dalam hal penataan administrasi kependudukan, Kecamatan Tanah Sareal berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Program percepatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Tanah Sareal berhasil mencatatkan persentase capaian tertinggi di tingkat Kota Bogor.
Baca Juga : Sampah Jadi Saldo, Warga Bogor Kini Bisa Setor ke Waste Station di Balai Kota
“Alhamdulillah pada 2025 lalu, Kecamatan Tanah Sareal masuk tiga besar terbaik dalam penilaian pelayanan dan tupoksi, dan mendapat piagam penghargaan dari Pemerintah Kota Bogor,” tutur dia.
Menurut Rokib, keberhasilan tersebut disokong oleh tiga program inovasi unggulan yang dijalankan secara konsisten:
Nguriling Lembur:
Program pelayanan publik langsung ke permukiman warga yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sembako bagi masyarakat disabilitas, serta program Jumat Berbagi untuk warga yang sedang sakit.





