Pemkot Bogor menargetkan proses pematangan lahan rampung pada 9 November 2026. Setelah itu, Pemkot Bogor akan melanjutkan pembahasan pembangunan bersama Kementerian Sosial.
“Ini sampai dengan bulan 9 November 2026. Setelah itu baru kami akan bicara dengan Kementerian Sosial mengenai rencana pembangunan,” ujar Dedie.
Baca Juga: Niat Gali Pondasi TPT, Pekerja di Cigombong Malah Temukan Benda Diduga Mortir
Pemkot juga tengah menginventarisasi aset yang masih dapat dimanfaatkan di sekitar lokasi.
Menurut Dedie, pemanfaatan aset tersebut diharapkan dapat membuat lingkungan sekolah lebih nyaman dan tidak seluruh fasilitas harus berada di area yang berdekatan dengan tebing.
“Kemudian ada beberapa aset yang mungkin bisa dimanfaatkan untuk sekolah rakyat. Supaya lebih nyaman daripada di dekat tebing,” katanya.
Akses dari Jalan Raya Bogor-Sukabumi dibahas
Selain kesiapan lahan, akses menuju kawasan sekolah juga menjadi perhatian Pemkot Bogor. Dedie mengatakan akses dari kawasan Warung Nangka menuju lokasi saat ini relatif sempit.
Karena itu, Pemkot Bogor mulai membahas kemungkinan pelebaran akses bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.
Menurut Dedie, pelebaran tersebut diperlukan agar kendaraan dari arah Jalan Raya Bogor-Sukabumi dapat lebih mudah mencapai kawasan Sekolah Rakyat.






Respon (1)