Di antaranya Inspektur Jenderal Frida Lusiana, Dirjen Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Endah Retno Astuti, serta Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan.
Hadir pula Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat Retno Raswaty, unsur Forkopimda, jajaran Pemkot Bogor, perwakilan TNI-Polri, DPRD, hingga masyarakat.
Di tengah kemeriahan acara, Dedie mengingatkan bahwa pelestarian wayang perlu terus dilakukan.
Terlebih, wayang golek memiliki kedekatan dengan kehidupan dan identitas budaya masyarakat Sunda.
Kehadiran para seniman dalam perayaan ini juga diharapkan bisa membuat kesenian tradisional semakin dikenal oleh berbagai kalangan, termasuk generasi muda.
Dedie secara khusus mengapresiasi penampilan Dinasti Sunandar serta kehadiran Sule, Nunung, dan Kiki Yuli yang ikut menghibur masyarakat.
“Insyaallah kita terus melestarikan budaya dan mudah-mudahan melalui wayang kita tetap mencintai akar budaya Sunda,” ujarnya.
Malam perayaan pun ditutup dengan salam khas Sunda. Seruan “Sampurasun!” dari Dedie langsung disambut kompak oleh para hadirin dengan jawaban “Raharja!”.






