Info Bisnis

Long Position: Strategi Investasi Simpel untuk Investor Pemula dan Pelaku Usaha

×

Long Position: Strategi Investasi Simpel untuk Investor Pemula dan Pelaku Usaha

Sebarkan artikel ini

Sebagai contoh, kamu membeli saham perusahaan teknologi di harga seribu rupiah dan menargetkan menjualnya di harga 1.300 rupiah.

Jika harga benar-benar naik sesuai harapan, kamu berpotensi meraih keuntungan 30 persen.

Menariknya, konsep long position tidak hanya bisa diterapkan oleh investor besar, tapi juga oleh pelaku UMKM.

Misalnya, saat harga mesin produksi atau kendaraan logistik sedang turun, pelaku usaha bisa membeli untuk keperluan bisnis.

Ketika permintaan meningkat dan bisnis kembali ramai, nilai aset tersebut akan menghasilkan keuntungan lebih besar.

UMKM juga bisa menyisihkan sebagian laba untuk membeli emas di harga rendah, lalu menjualnya ketika harga naik untuk modal ekspansi.

Atau, menempatkan dana di reksa dana saham yang dikelola manajer investasi. Prinsipnya sama seperti membeli di harga rendah, lalu menunggu kenaikan nilai.

Tapi tetap ada risiko yang perlu diwaspadai. Harga aset bisa saja tidak segera naik, atau malah turun karena kondisi pasar yang buruk.

Perusahaan yang sahamnya kamu beli juga bisa mengalami masalah bisnis.

Oleh karena itu, penting untuk tidak menaruh semua dana pada satu aset saja, selalu menyiapkan dana darurat, dan hanya menggunakan uang yang memang dialokasikan untuk investasi.

Kesimpulannya, long position adalah strategi sederhana namun ampuh untuk meraih keuntungan di masa depan, cocok bagi pemula yang ingin mulai belajar investasi maupun pelaku UMKM yang ingin mengoptimalkan pengelolaan asetnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *