INFOLADISHA – Makanan ultra olahan kini makin akrab dalam pola makan sehari hari masyarakat.
Produk seperti mi instan, minuman bersoda, keripik, hingga camilan kemasan banyak dipilih karena praktis dan mudah ditemukan.
Padahal, di balik rasanya yang kuat dan daya tahan yang lama, makanan jenis ini menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele.
Makanan ultra olahan umumnya diproduksi di pabrik dengan tambahan zat aditif, pemanis, pengawet, hingga perasa buatan.
Penambahan itu bertujuan memperkuat rasa sekaligus membuat produk lebih tahan lama.
Baca Juga: 5 Kebiasaan yang Bikin Tubuh Cepat Tua, Nomor 4 Sering Dianggap Sepele
Namun sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi berlebihan makanan ultra olahan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, terutama yang berkaitan dengan metabolisme dan kesehatan jantung.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Internal Medicine pada 2019 menemukan konsumsi makanan ultra olahan berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes.
Para ahli juga menyebut makanan jenis ini berpotensi memicu obesitas karena umumnya tinggi kalori, gula, garam, dan lemak tidak sehat.
Kandungan tersebut dapat menyebabkan kenaikan berat badan jika dikonsumsi terus menerus dalam jumlah besar.
Risiko diabetes hingga gangguan metabolisme pun ikut meningkat.
Bukan cuma itu. Konsumsi makanan ultra olahan secara berlebihan juga dapat memengaruhi kesehatan usus dan memicu peradangan jangka panjang dalam tubuh.





