Ia menjelaskan penularan hantavirus ke manusia paling sering terjadi melalui aerosol dari urin, feses, atau air liur tikus terinfeksi yang mengering lalu terbawa udara.
Baca Juga: Banyak yang Baru Tahu, Cas HP Sebelum 20 Persen Ternyata Lebih Baik
Penularan juga bisa terjadi ketika seseorang menyentuh permukaan yang telah terkontaminasi virus tersebut.
Dalam kasus yang lebih jarang, infeksi dapat terjadi akibat gigitan tikus pembawa virus.
Namun, Dicky menegaskan hantavirus pada dasarnya bukan penyakit yang mudah menular antarmanusia.
“Pada kasus kapal pesiar yang sedang disorot dunia, investigasi masih berlangsung untuk melihat apakah ada keterlibatan strain Andes virus, yaitu jenis hantavirus langka yang pernah terbukti bisa menular antarmanusia dalam kontak sangat dekat dan terbatas,” ujarnya.
Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang sambil menunggu hasil investigasi lanjutan.
Meski begitu, hantavirus tetap perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan komplikasi serius pada sistem pernapasan.
Gejala awal penyakit ini biasanya berupa demam, nyeri otot, dan tubuh terasa lemas.
Namun dalam beberapa hari, kondisi pasien bisa memburuk sangat cepat menjadi sesak napas berat, paru paru dipenuhi cairan, penurunan oksigen drastis, hingga syok.
Dalam dunia medis, kondisi tersebut menyerupai Acute Respiratory Distress Syndrome atau gangguan pernapasan akut berat.





