Tingkat fatalitas pada kasus berat dapat mencapai 40 persen, terutama jika diagnosis terlambat atau fasilitas ICU terbatas.
Menurut Dicky, kondisi mematikan pada hantavirus bukan hanya dipicu oleh virus itu sendiri, tetapi juga akibat respons inflamasi berat yang menyebabkan kerusakan paru paru berlangsung sangat cepat.
Akibatnya, pasien bisa mengalami gagal napas dalam waktu singkat.
Kasus di kapal pesiar itu kini masih diselidiki lebih lanjut untuk memastikan sumber penularan dan kemungkinan keterlibatan strain virus tertentu.
Di tengah perhatian global tersebut, para ahli mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan area yang berpotensi terkontaminasi tikus.





