“Sambil tetap ada pendapatan transfer daerah yang mestinya menjadi hak daerah,” katanya.
Harapan Dedie tidak hanya berkaitan dengan transfer daerah. Ia juga meminta perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan transportasi publik di kawasan Jabodetabek.
Baca Juga: OTT KPK di Jabodetabek Seret Kepala ATR/BPN Kabupaten Bogor, Uang Ratusan Miliar Disita
Menurut Dedie, keterhubungan sistem transportasi antara Jakarta dan daerah-daerah di sekitarnya membuat pengembangannya membutuhkan dukungan pembiayaan yang tidak bisa ditanggung masing-masing daerah secara terpisah.
“Transportasi publik misalnya di wilayah Jabodetabek itu harus ada bantuan keuangan khusus,” ujarnya.
Dedie berharap dukungan tersebut dapat membantu menjaga kualitas layanan transportasi antara Jakarta dan wilayah penyangga agar lebih seimbang.
Bagi dia, persoalan transportasi Jabodetabek membutuhkan kebijakan yang melihat kawasan tersebut sebagai satu sistem yang saling terhubung.
Di tengah pembahasan transfer daerah, Dedie juga mengingatkan pentingnya pemerataan fiskal nasional.
Ia berharap kebijakan pemerintah pusat tidak hanya berorientasi pada daerah tertentu, tetapi turut memperhatikan daerah tertinggal, pelosok, dan wilayah terluar.
“Keuangan negara ini kan bukan hanya untuk daerah-daerah tertentu saja,” tegasnya.
Pemkot Bogor sendiri akan tetap berupaya memperkuat kapasitas fiskal melalui peningkatan pendapatan daerah.






Respon (1)