Padahal, sisa lumpur dan kelembapan yang tertahan bisa mempercepat korosi pada sasis maupun baut pengikat. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi mempercepat kerusakan komponen kaki-kaki.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Bau Bensin di Kabin Mobil, Ini Bagian yang Perlu Diperiksa
Karena itu, kolong mobil sebaiknya ikut dibersihkan setelah kendaraan melewati jalan berlumpur atau genangan air. Jangan menunggu sampai kotorannya mengeras dan sulit dibersihkan.
Ruang mesin juga perlu dibersihkan, bukan cuma diservis
Ruang mesin memang tidak perlu dicuci setiap kali mobil kehujanan. Namun, area ini tetap membutuhkan perhatian agar debu, daun kering, pasir, dan sisa oli tidak menumpuk.
Kotoran yang dibiarkan terlalu lama bisa membuat kondisi komponen sulit diperiksa. Kebocoran oli atau cairan pendingin, misalnya, dapat lebih sulit terlihat ketika tertutup lapisan debu.
Pembersihan ruang mesin perlu dilakukan dengan hati-hati. Gunakan lap microfiber atau cairan pembersih khusus, serta hindari menyemprotkan air bertekanan tinggi langsung ke komponen kelistrikan.
Jangan cuma bersihkan bagian luar pelek
Saat mencuci mobil, bagian luar pelek biasanya menjadi salah satu area yang paling diperhatikan. Namun, bagian belakang pelek dan kaliper rem juga tidak boleh luput.
Area tersebut bisa menjadi tempat menumpuknya debu kampas rem dan kotoran jalanan. Jika dibiarkan, kotoran dapat mengeras dan membuat pelek lebih sulit dibersihkan.






