2. Jangan asal mengurangi tekanan angin
Ada anggapan bahwa tekanan ban yang lebih rendah bisa membuat motor lebih mencengkeram jalan saat hujan. Padahal, mengurangi tekanan udara sembarangan justru bisa mengganggu pengendalian.
Tekanan ban yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi dapat memengaruhi kestabilan motor dan membuat keausan ban tidak merata.
Cara paling aman adalah mengikuti rekomendasi tekanan udara dari pabrikan kendaraan. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan saat ban masih dingin agar hasilnya lebih akurat.
Jadi, bukan soal seberapa keras atau empuk ban terasa, melainkan apakah tekanannya sudah sesuai dengan kebutuhan kendaraan.
3. Pilih ban sesuai kebutuhan berkendara
Kalau sudah waktunya mengganti ban, jangan hanya mempertimbangkan harga atau tampilannya.
Ukuran, karakter penggunaan, dan desain tapak perlu disesuaikan dengan kebutuhan berkendara. Untuk penggunaan harian, terutama saat musim hujan, pola alur yang membantu mengalirkan air menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan.
Ban dengan pola semi-slick memiliki karakter berbeda dan umumnya ditujukan untuk kebutuhan berkendara tertentu. Namun, daya cengkeram ban tidak hanya ditentukan oleh pola tapaknya.
Kompon karet, kondisi ban, dan desain secara keseluruhan juga berpengaruh terhadap performanya di jalan.
Bukan cuma ban, cara berkendara juga menentukan






