Aparat kepolisian dari Polsek Tanah Sareal yang mendapat laporan langsung menerjunkan personel bersama tim Inafis untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Baca Juga: Usai Rentetan Korban Tertabrak KRL, Pemkot Bogor Akhirnya Tutup Jalur Tikus Penyeberangan
Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Sonson Sudarsono, membeberkan kronologi sementara berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata di lapangan.
Korban berinisial MRS (83) diduga kurang mewaspadai laju kereta yang mendekat saat sedang menyusuri bantaran rel.
“Berdasarkan informasi saksi di lapangan, korban sedang berjalan di bantaran rel kereta. Kemudian melintas KRL dari arah Bogor menuju Jakarta dan korban terserempet,” ujar Sonson.
Faktor kondisi fisik disinyalir menjadi pemicu utama korban tidak menyadari bahaya yang mengancam.
Dari penelusuran polisi ke pihak keluarga dan tetangga dekat, korban diketahui memiliki riwayat penurunan daya dengar.
Kondisi tersebut membuat suara gemuruh maupun klakson kereta yang mendekat kemungkinan besar tak terdengar oleh korban.
Proses evakuasi dan penanganan di TKP berjalan cepat berkat kolaborasi petugas kepolisian, tim Inafis, serta warga setempat. Polisi juga langsung menghubungi pihak keluarga untuk koordinasi lebih lanjut.
Pihak keluarga memohon agar jenazah MRS tidak diotopsi dan bisa langsung dipulangkan ke rumah duka untuk segera disemayamkan serta dimakamkan secara layak.






