INFOLADISHA – Pemerintah Kabupaten Bogor mulai melakukan normalisasi Kali Angke di Kecamatan Kemang sebagai langkah meningkatkan kapasitas sungai dan mengurangi potensi banjir.
Pengerjaan difokuskan di Desa Parakan Jaya yang selama lebih dari dua dekade mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.
Pengerukan dilakukan pada aliran Kali Angke hingga ruas sungai yang mengarah ke Jalan Raya Parung.
Untuk mempercepat pekerjaan, dua unit ekskavator diterjunkan pada Senin, 21 Juli 2026, guna mengangkat endapan lumpur sekaligus memperdalam badan sungai.
Berdasarkan data di lapangan, lokasi tersebut terakhir kali dinormalisasi pada 2005.
Baca Juga: 68 Manajer Koperasi Merah Putih Sudah Siap, Tapi Gerainya di Kota Bogor Baru Lima
Selama lebih dari 20 tahun, sedimentasi terus menumpuk sehingga kapasitas sungai menyusut dan aliran air tidak lagi mengalir secara optimal.
Dampaknya tidak hanya dirasakan di sekitar Desa Parakan Jaya.
Hambatan aliran air juga memengaruhi kawasan lain, termasuk wilayah Pusat Pendidikan dan Pelatihan atau Pusdiklat di Desa Kemang yang kerap terdampak karena aliran sungai tersendat.
Program normalisasi sungai di Kecamatan Kemang juga akan berlanjut di sejumlah titik lain.
Pemerintah Kabupaten Bogor telah menjadwalkan pekerjaan serupa di Desa Kemang, jalur sungai dari Pondok Udik menuju Rancabungur, hingga Desa Jampang.





