Di tengah kenaikan harga tersebut, oli yang ditawarkan jauh di bawah harga pasar patut dicermati.
Harga yang terlalu murah dapat menjadi salah satu tanda produk tidak sesuai standar atau bahkan merupakan oli palsu.
Penggunaan pelumas palsu bukan sekadar persoalan kualitas. Oli yang tidak mampu memberikan pelumasan sebagaimana mestinya dapat meningkatkan gesekan antarkomponen mesin.
Dampaknya bisa berupa komponen yang lebih cepat aus, mesin lebih mudah panas, hingga usia pakai mesin menjadi lebih pendek.
Jika kerusakan terjadi, biaya perbaikan kendaraan pun berpotensi meningkat.
Karena itu, ada beberapa hal yang bisa diperiksa konsumen sebelum membeli oli.
Perhatikan lima tanda berikut
1. Periksa kondisi kemasan
Kemasan oli asli umumnya memiliki kualitas botol yang baik, tutup rapat, segel utuh, serta label dengan cetakan yang jelas.
Kemasan yang tampak tidak rapi, tulisan buram, warna pudar, atau segel seperti pernah dibuka perlu diwaspadai.
2. Cek kode produksi dan nomor batch
Kode produksi dan nomor batch pada produk asli biasanya tercetak dengan rapi dan mudah dibaca.
Jika kode terlihat buram, gampang terhapus, atau tidak sesuai dengan informasi produk, konsumen sebaiknya mempertimbangkan kembali pembelian.
3. Amati warna dan teksturnya
Pelumas memiliki karakteristik warna dan tekstur sesuai jenisnya.





