INFOLADISHA – PT Pertamina (Persero) bersiap melakukan perampingan besar-besaran terhadap sejumlah anak usahanya.
Program ini berjalan mulai 2025 hingga 2026, menyesuaikan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memangkas jumlah entitas BUMN dari kisaran seribu unit menjadi hanya sekitar dua ratus.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menjelaskan bahwa penyederhanaan struktur perusahaan ini dikawal langsung oleh PT Danantara Asset Management (DAM).
Pembenahan dimulai dari bisnis hilir, rumah sakit, hotel, maskapai penerbangan, hingga sektor asuransi.
Agung menyebut integrasi bisnis hilir menjadi langkah paling awal.
Tiga sektor utama yang selama ini menangani kebutuhan energi masyarakat akan dilebur: commercial and trading, refinery dan petrochemical, serta logistik marine.
Saat ini pembahasan internal sedang berlangsung untuk mengamankan persetujuan teknis, dengan target implementasi pada 2026.
Di luar sektor energi, Danantara juga menggarap konsolidasi empat klaster bisnis lain.
Untuk jaringan rumah sakit, Pertamina Bina Medica IHC tengah menjalani proses kajian yang diperkirakan berlanjut ke transaksi pada 2025.
Sektor perhotelan pun tak luput dari penyisiran. PT Patrajasa, yang mengelola sembilan unit hotel, akan masuk proses konsolidasi di bawah Hotel Indonesia Nature (HIN) setelah kajian Damantara selesai tahun ini.






