INFOLADISHA – Cuaca yang berubah drastis dalam waktu singkat kini menjadi tantangan baru bagi kesehatan kulit dan rambut masyarakat Indonesia.
Siang hari terasa sangat panas, lalu beberapa jam kemudian hujan deras turun disertai udara lembap.
Kondisi seperti ini membuat kulit dan rambut lebih mudah mengalami masalah.
Paparan sinar matahari berlebih dapat memicu kulit kering, kemerahan, hingga iritasi.
Sementara perubahan kelembapan udara membuat rambut cepat lepek, kusam, dan gampang patah.
Baca Juga: Kemenkes Siapkan Kemasan Polos Rokok dan Vape, Bidik Tekan Perokok Anak
Dampaknya paling terasa bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi yang harus beraktivitas dari pagi hingga malam.
Karena itu, perawatan kulit dan rambut kini tak cukup dilakukan sesekali, tetapi perlu menjadi rutinitas harian.
Saat cuaca panas, tubuh memproduksi lebih banyak keringat dan minyak.
Kondisi ini membuat kulit lebih rentan iritasi, sementara kulit kepala menghasilkan sebum berlebih yang menyebabkan rambut cepat lepek.
Sebaliknya, saat hujan atau terlalu lama berada di ruangan berpendingin udara, kelembapan alami kulit dan rambut justru menurun.
Akibatnya, kulit terasa kering dan rambut menjadi lebih rapuh.
Perawatan sederhana sejak pagi dinilai penting untuk menjaga kondisi kulit dan rambut tetap sehat di tengah cuaca yang sulit diprediksi.





