Pieter mengatakan kondisi industri saat ini belum sepenuhnya pulih. Daya beli masyarakat masih menjadi tantangan, sementara biaya input, energi dan logistik masih tinggi.
Baca Juga: Dari Kebon Pedes ke Pakistan, Ada Apa dengan Kampung Ini?
Industri juga menghadapi persaingan dengan produk impor sehingga sebagian perusahaan memilih menahan produksi.
Di tengah kondisi itu, kebutuhan air menjadi persoalan tersendiri bagi industri. Apindo juga menyoroti adanya pengurangan izin pengambilan air tanah maupun air permukaan bagi sejumlah pengusaha di Kabupaten Bogor.
“Padahal, air itu sangat esensial buat berjalannya sebuah industri, jadi jangan hanya retribusinya saja yang dinaikkan tapi izin pengambilan airnya dikurangi tanpa adanya solusi alternatif dari Pemerintah,” kata Pieter.
Menurut dia, pembatasan debit air dapat menyulitkan perusahaan memenuhi kebutuhan operasional. Jika pengurangan dilakukan dalam jumlah signifikan, keberlangsungan kegiatan industri juga dinilai dapat terdampak.
Apindo, kata Pieter, tidak ingin kebijakan fiskal justru menambah persoalan bagi industri yang diharapkan tetap beroperasi dan membuka lapangan kerja.
Apindo minta insentif diturunkan bertahap
Sebelumnya, Apindo Kabupaten Bogor telah dua kali menyampaikan surat kepada Bupati Bogor mengenai kenaikan Nilai Perolehan Air (NPA) dan Pajak atau Retribusi Air Tanah.





