INFOLADISHA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menegaskan komitmennya untuk menuntaskan proyek pembangunan jalan khusus angkutan barang dan tambang di jalur Rancabungur-Leuwiliang.
Proyek ini menjadi prioritas daerah untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas akibat aktivitas kendaraan tambang.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengungkapkan bahwa saat ini tahapan proyek tengah memasuki fase krusial, yakni percepatan pengadaan lahan.
Proses inventarisasi hingga koordinasi dengan Panitia Pengadaan Tanah (P2T) telah rampung, dan kini pemerintah tengah bersiap menuju tahap penilaian harga lahan (appraisal).
“Inventarisasi lahan sudah berjalan, tahapan sampai appraisal dan P2T sudah selesai. Proses percepatan juga terus dibantu oleh Pak Wakil Bupati,” ujar Rudy, Sabtu (18/7).
Baca Juga: Roblox Luncurkan Fitur AI Build, Bikin Game Lewat Perintah Teks Tanpa Harus Bisa Coding
Guna menjamin keberlanjutan proyek, Pemkab Bogor telah mengunci anggaran sebesar Rp100 miliar dalam APBD 2026.
Dana tersebut diproyeksikan untuk pembayaran ganti rugi lahan yang rencananya mulai dilakukan pada tahun 2026 dan akan berjalan bertahap hingga 2027.
Meski begitu, Rudy menekankan bahwa pengerjaan fisik belum bisa dimulai karena masih menunggu penetapan lokasi (penlok) jalur dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Penetapan lokasi bukan kewenangan Pemerintah Kabupaten Bogor, tetapi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Saat ini masih dalam tahap kajian,” jelasnya.





