Rokib menyebut intervensi infrastruktur yang dilakukan Pemkot Bogor secara bertahap mampu mengurangi ketinggian genangan.
Baca Juga: Bukan Lagi Cuma Lansia, Kanker Kini Makin Banyak Menyerang Usia 20–40 Tahun
Jika sebelumnya air dapat mencapai betis hingga paha orang dewasa, kini genangan tertinggi disebut hanya sekitar mata kaki.
Penanganan dilakukan melalui berbagai program infrastruktur, termasuk pekerjaan Dinas PUPR dan dukungan pokok pikiran DPRD. Total intervensi dari sisi Dinas PUPR disebut mencapai sekitar Rp10 miliar.
Masalahnya Bukan Sekadar Drainase
Lurah Cibadak Herry Chaerudin menjelaskan, persoalan di Taman Sari Persada menjadi rumit karena kapasitas aliran masuk dan keluar tidak seimbang.
Air dari tiga sumber sungai masuk ke kawasan tersebut, sementara jalur keluarnya hanya tersedia satu. Ketika hujan deras terjadi, kapasitas saluran akhirnya menjadi salah satu titik kritis.
“Untuk membuat banjir nol persen sama sekali memang sulit karena ada tiga sumber sungai masuk ke sektor ini, sedangkan keluarannya hanya satu,” ujar Herry.
Pemkot Bogor kemudian mengalokasikan sekitar Rp6 miliar untuk pembangunan drainase dan normalisasi setu sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut.
Hasilnya mulai dirasakan masyarakat. Aktivitas warga yang sebelumnya dapat terganggu cukup parah ketika hujan deras kini disebut tidak lagi separah sebelumnya.





