Jenal mengatakan lokasi MA Salmun telah masuk dalam program intervensi pembangunan yang diprioritaskan pada tahun depan.
Tidak hanya di MA Salmun, upaya penataan perlintasan kereta juga disiapkan di kawasan Kebon Pedes.
Pemerintah Kota Bogor bahkan telah merampungkan Detail Engineering Design atau DED sebagai tahapan awal proyek tersebut.
Meski demikian, kebutuhan anggaran yang besar masih menjadi tantangan utama.
Untuk pembangunan berikut pembebasan lahan, dana yang dibutuhkan diperkirakan mencapai sekitar Rp350 miliar.
“Total kebutuhan anggaran, termasuk pembebasan lahan dan konstruksi, sekitar Rp350 miliar,” ujarnya.
Pemkot Bogor berharap pemerintah pusat dapat ikut mendukung pembiayaan proyek tersebut agar realisasinya tidak terlalu membebani kemampuan anggaran daerah.
Menurut Jenal, penataan perlintasan sebidang saat ini menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian pemerintah pusat.
Kondisi itu membuka peluang adanya dukungan pendanaan untuk mempercepat pelaksanaan proyek.
Selain mengandalkan bantuan pemerintah pusat, Pemkot Bogor juga mulai menjajaki berbagai alternatif pembiayaan.
Kerja sama dengan pihak swasta menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan agar pembangunan bisa berjalan lebih cepat.





