Pemkot Bogor, lanjut Dedie, juga telah menyiapkan sejumlah kajian awal sebelum meminta dukungan ke pemerintah pusat.
Baca Juga: Viral Dugaan Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa IPB, Kampus Buka Investigasi dan Siapkan Sanksi
Kajian tersebut meliputi aspek teknis hingga kelayakan proyek.
Sesuatu yang memang sebaiknya dilakukan sebelum rel dipasang di tengah kota.
“Kota Bogor sudah memulai dengan kajian-kajian yang cukup komprehensif, tinggal masuk ke tahapan berikutnya,” ucapnya.
Selain proyek trem, pertemuan itu juga membahas agenda lain di sektor perkeretaapian Kota Bogor.
Salah satunya rencana pengoperasian Stoplet Sukaresmi guna mengurai kepadatan penumpang di Stasiun Bogor yang setiap hari nyaris menjadi latihan kesabaran massal.
Pembahasan lain mencakup penataan akses Stasiun Ciomas Rancamaya serta rencana penutupan perlintasan sebidang di sejumlah titik rawan kecelakaan, seperti kawasan Kebon Pedes dan Jalan MA Salmun.
Jika seluruh tahapan berjalan lancar, trem berpeluang menjadi wajah baru transportasi Kota Bogor dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus ujian klasik apakah proyek besar bisa selesai tepat waktu.





