Puskesmas juga mengingatkan warga untuk menjalankan 3M Plus setidaknya satu kali dalam sepekan.
Langkah tersebut meliputi menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air.
Bubuk Abate juga dapat digunakan pada tempat penampungan air sesuai kebutuhan.
Warga Diminta Waspadai Jam Rawan Gigitan Nyamuk
Selain menjaga kebersihan lingkungan, pencegahan DBD juga dapat dilakukan dengan menggunakan lotion antinyamuk, terutama pada waktu yang dinilai rawan gigitan.
Masyarakat disarankan menggunakan lotion antinyamuk pada pagi hari sekitar pukul 08.00-10.00 dan sore hari pukul 15.00-17.00.
Umar juga meminta warga tidak mengabaikan gejala demam.
Jika mengalami demam tinggi secara mendadak yang tidak kunjung turun selama dua hingga tiga hari, warga diminta segera memeriksakan diri ke Puskesmas.
Puskesmas Cicangkal turut mengimbau warga Kampung Parigi dan wilayah sekitarnya melakukan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan secara bersama-sama.
Upaya tersebut penting karena tempat-tempat yang menampung air dapat menjadi lokasi berkembangnya nyamuk.
Menurut Umar, satu jentik yang tidak terpantau berpotensi berkembang menjadi ratusan nyamuk yang kemudian dapat menularkan DBD.
Dengan kasus tiga anggota keluarga yang terjangkit secara beruntun, warga Kampung Parigi diingatkan untuk tidak menunggu adanya kasus baru sebelum melakukan pemberantasan sarang nyamuk.





