BeritaBogor

Tiga Orang Sekeluarga Kena DBD Beruntun di Rumpin Bogor, Ini Temuan Puskesmas

×

Tiga Orang Sekeluarga Kena DBD Beruntun di Rumpin Bogor, Ini Temuan Puskesmas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi.

Baca Juga: Oktober 2026 Jadi Bulan Sibuk di Langit, Ini 4 Fenomena yang Jangan Dilewatkan

Nyamuk Aedes aegypti diketahui menjadi salah satu penyebab penularan DBD.

Karena itu, petugas kemudian melakukan berbagai upaya untuk menekan potensi penyebaran penyakit di lingkungan tersebut.

Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus dilakukan untuk menghilangkan tempat perkembangbiakan nyamuk.

Petugas juga menaburkan larvasida Abate pada sejumlah tempat penampungan air untuk membunuh jentik.

Selain itu, fogging dilakukan untuk membasmi nyamuk dewasa di sekitar lokasi.

Fogging Bukan Cara Utama Cegah DBD

Penanggung Jawab Program DBD Puskesmas Cicangkal, Umar Muhdi, mengingatkan masyarakat agar tidak mengandalkan fogging sebagai cara utama mencegah DBD.

Menurutnya, pengasapan lebih merupakan tindakan untuk membantu memutus rantai penularan ketika ditemukan kasus. Fogging juga hanya efektif membunuh nyamuk dewasa.

Sementara itu, jentik nyamuk tetap bisa berkembang apabila tempat penampungan air tidak dikuras dan dibersihkan secara rutin.

“Kami harap masyarakat dan lingkungan waspada DBD. Caranya selalu membersihkan lingkungan, menguras dan membersihkan genangan air,” kata Umar.

Karena itu, warga diminta menjalankan PSN secara rutin, termasuk menerapkan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumantik).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *