Baca Juga: Tiga Kepala Dinas Baru Kota Bogor Dilantik, Dedie Tekankan Integritas dan Kesederhanaan
“Kemudian ada beberapa piutang yang mungkin bisa kita optimalisasikan untuk cover menutupi hal tersebut. Kita optimalisasi untuk menutupi kekurangan dan sebagainya,” ujarnya.
Ketidakpastian TKD 2027 menjadi perhatian karena alokasi transfer untuk Kota Bogor pada 2026 sudah mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam postur APBD 2026, nilai TKD Kota Bogor tercatat sekitar Rp1,12 triliun.
Angka itu berkurang Rp273,39 miliar atau sekitar 19,54 persen dari alokasi 2025 yang mencapai kurang lebih Rp1,39 triliun.
Di tengah kondisi tersebut, Pemkot Bogor juga harus menyesuaikan diri dengan kebijakan efisiensi yang dijalankan pemerintah pusat.
Situasi ini membuat penyusunan anggaran dan penentuan program pembangunan harus dilakukan secara lebih selektif.
Dedie menilai kolaborasi antara Pemkot Bogor dan DPRD menjadi penting agar program-program utama tetap dapat berjalan sesuai arah pembangunan yang telah ditetapkan.
Menurut dia, program yang mampu mendorong dan memperkuat perekonomian daerah perlu tetap mendapat dukungan meski ruang fiskal menghadapi berbagai keterbatasan.
“Hal-hal yang baik dan hal-hal yang memang dapat menguatkan perekonomian daerah ini harus kita support dan dukung,” katanya.





