INFOLADISHA – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, memunculkan persoalan baru bagi lingkungan sekitar.
Aktivitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Rancamaya terpaksa berhenti total setelah lahannya terdampak proyek tersebut.
Akibatnya, pengolahan sampah rumah tangga warga ikut terputus. Sampah kini menumpuk hingga ke bahu jalan, dikerumuni lalat dan menimbulkan bau tidak sedap karena pengangkutan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor dinilai belum berjalan optimal.
Pengelola TPS3R Rancamaya, Bambang Hariyadi, mengatakan penghentian operasional terjadi karena belum ada kepastian mengenai lokasi relokasi dari Pemerintah Kota Bogor.
Padahal, TPS3R tersebut telah beroperasi sejak 2015 dan selama ini mengolah sekitar 1,5 ton sampah per hari yang berasal dari 917 kepala keluarga.
Baca Juga: Keluhan Jalan Pajajaran Gelap Ditindaklanjuti, 10 Lampu PJU Akhirnya Diperbaiki
Persoalan relokasi, kata Bambang, sempat membuat pengelola berinisiatif menyiapkan lokasi sementara.
Pemkot Bogor sebelumnya mengarahkan operasional TPS3R ke lahan yang disebut berada di luar area proyek.
Berbekal arahan tersebut, Bambang bersama tim kemudian mengeluarkan dana swadaya sekitar Rp8 juta untuk membersihkan lahan dan membangun saung darurat sebagai tempat operasional.






Respon (1)