Risiko meningkat ketika seseorang menambah jarak, durasi, atau intensitas latihan secara mendadak tanpa memberi waktu tubuh untuk beradaptasi.
Selain itu, penggunaan sepatu lari yang sudah aus atau tidak sesuai dengan bentuk kaki juga dapat memperbesar beban pada tulang kering.
Faktor lain yang berperan antara lain kebiasaan berlari di permukaan keras seperti aspal atau beton, teknik lari yang kurang tepat, serta otot betis dan otot inti tubuh yang lemah atau kaku.
Saat gejala mulai muncul, pelari disarankan menghentikan sementara aktivitas lari agar cedera tidak semakin parah.
Latihan dapat diganti dengan olahraga berintensitas rendah dan minim benturan seperti berenang atau bersepeda untuk menjaga kebugaran.
Penanganan awal yang umum dilakukan adalah metode RICE, yakni Rest dengan beristirahat hingga nyeri mereda, Ice menggunakan kompres es selama 15 hingga 20 menit beberapa kali sehari, Compression memakai perban elastis atau compression sleeve untuk membantu mengurangi pembengkakan, serta Elevation dengan meninggikan posisi kaki saat berbaring agar sirkulasi darah lebih lancar.
Apabila nyeri tidak kunjung membaik setelah beberapa minggu meski sudah beristirahat, atau rasa sakit terasa sangat tajam dan hanya terpusat di satu titik, kondisi tersebut sebaiknya segera diperiksakan ke dokter atau fisioterapis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.





