INFOLADISHA – Rencana perubahan nama tiga ruas jalan ikonik di Kota Bogor menjadi Pelataran Binokasih memicu diskusi hangat di tengah masyarakat dan pemerhati sejarah.
Wacana yang dilempar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ini dinilai perlu dikaji ulang karena berisiko menggerus identitas lokal yang sudah mengakar kuat.
Tiga jalur utama yang disebut akan terdampak adalah Jalan Batutulis, Jalan Siliwangi, dan Jalan Suryakencana.
Ketiga ruas jalan ini memiliki panjang lintasan sekitar 3,2 kilometer dan menjadi rute utama dalam Kirab Mahkota Binokasih pada Jumat, 8 Mei 2026 lalu.
Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Bogor, Taufik Hasunna, mengingatkan bahwa nama jalan bukan sekadar penanda wilayah koordinat.
Baca Juga: Dedie Rachim Bahas Jalur Alternatif IPB Bersama Rektor, Cifor Situ Gede Jadi Prioritas
Baginya, nama seperti Batutulis dan Suryakencana adalah representasi budaya serta karya sastra lokal yang hidup dalam ingatan warga lintas generasi.
“Batutulis dan Suryakencana adalah memori kolektif masyarakat Bogor dari generasi ke generasi. Sementara Binokasih, sejujurnya, tidak mempunyai ikatan emosional dalam ingatan kolektif masyarakat Bogor,” ujar Taufik.
Taufik menjelaskan bahwa nama-nama jalan tersebut telah lama terekam dalam tradisi lisan, mulai dari pantun, cerita rakyat, mitos, hingga seni tari.





