INFOLADISHA – Hujan rintik tetap jadi saksi saat ribuan warga di barat Kabupaten Bogor menyuarakan hal yang sama.
Tambang legal diminta dibuka lagi.
Aspirasi itu langsung direspons Rudy Susmanto yang hadir bersama Jaro Ade dan Sastra Winara.
Di hadapan warga Cigudeg, Parungpanjang, dan Rumpin, Rudy menyatakan dukungan.
Ia bahkan langsung menyampaikan permintaan kepada Dedi Mulyadi agar operasional tambang yang memiliki izin bisa kembali berjalan.
Baca Juga: Kirab Mahkota Binokasih Dimulai dari Sumedang, Napak Tilas Padjadjaran Keliling Jabar
“Pemkab Bogor mendukung keinginan masyarakat agar tambang legal dibuka kembali,” kata Rudy, Senin 4 Mei 2026.
Isu ini bukan sekadar soal izin.
Banyak warga menggantungkan penghasilan dari aktivitas tambang.
Saat operasional berhenti, dampaknya langsung terasa ke ekonomi keluarga.
Rudy memastikan, pembukaan kembali tambang tetap harus taat aturan.
Pemerintah daerah bersama pelaku usaha disebut siap menjaga lingkungan agar aktivitas tidak merusak kawasan sekitar.
Baca Juga: HJB ke-544 di Cibinong, Pemkab Bogor Siapkan Car Free Night dan Taman Buka Sampai Malam
Di sisi lain, Pemkab Bogor mencoba menutup celah masalah lama.
Lalu lintas truk tambang yang sering bercampur dengan kendaraan warga akan dipisahkan lewat pembangunan jalan khusus.
Lokasi jalur itu sudah ditetapkan bersama DPRD. Proses berikutnya adalah pembebasan lahan dan pembangunan yang ditargetkan mulai berjalan pada 2026.





