Bogor

Usaha di Kawasan Puncak Bogor Berguguran, Hotel dan Rumah Makan Tak Kuat Hadapi Sepinya Pengunjung

×

Usaha di Kawasan Puncak Bogor Berguguran, Hotel dan Rumah Makan Tak Kuat Hadapi Sepinya Pengunjung

Sebarkan artikel ini

INFOLADISHA — Perlambatan ekonomi mulai terasa di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor.

Sejumlah usaha hotel dan rumah makan dilaporkan tutup sepanjang 2026 akibat menurunnya daya beli masyarakat dan sepinya pengunjung.

Sektor pariwisata yang selama ini jadi penopang ekonomi warga kini ikut terpukul. Begitulah siklus ekonomi bekerja.

Saat uang masyarakat menipis, yang pertama dikorbankan biasanya liburan dan makan di luar. Kapitalisme memang romantis hanya di brosur investasi.

Kondisi tersebut terjadi di Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung.

Baca Juga: Trase Jalan Tambang Bogor Mengarah ke JORR 3, Penlok Masih Ditunggu

Beberapa pelaku usaha memilih menghentikan operasional karena omzet yang diperoleh tidak lagi mampu menutup biaya operasional harian.

Kepala Desa Cipayung, Cacu Budiawan, mengatakan saat ini sudah ada tiga usaha di wilayahnya yang resmi tutup.

Ketiganya yakni rumah makan Kedai Sunda, Warung Mitoha, dan Hotel Puri Avia.

“Di desa kami sudah ada tiga usaha yang tutup, yakni rumah makan Kedai Sunda, Warung Mitoha, dan Hotel Puri Avia,” ujar Cacu Budiawan, Rabu 6 Mei 2026.

Menurut Cacu, kondisi ekonomi yang belum stabil membuat jumlah pengunjung terus menurun.

Dampaknya, para pelaku usaha kesulitan menutup biaya operasional, mulai dari gaji pegawai hingga kebutuhan operasional harian lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *