Lansia dianjurkan berjemur sekitar 15 menit pada pagi hari untuk membantu pembentukan vitamin D alami di dalam tubuh.
Aktivitas fisik juga tidak boleh diabaikan.
Olahraga ringan seperti jalan kaki atau senam membantu merangsang pembentukan jaringan tulang baru sekaligus menjaga kekuatan otot.
Tubuh yang aktif cenderung memiliki risiko pengeroposan tulang lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang bergerak.
Di sisi lain, kebiasaan merokok sebaiknya mulai dihentikan.
Kandungan zat beracun dalam rokok dapat mengganggu aliran darah ke tulang dan menghambat penyerapan kalsium.
Kondisi ini membuat kualitas tulang menurun lebih cepat pada usia lanjut.
Konsumsi kafein dan alkohol juga perlu dibatasi.
Terlalu banyak minum kopi atau teh berkafein tinggi dapat memicu pembuangan kalsium melalui urine.
Sementara alkohol dapat merusak jaringan kolagen yang berfungsi menjaga struktur tulang tetap kuat.
Lansia juga dianjurkan tidak terlalu lama duduk atau berdiri dalam satu posisi.
Kurangnya gerakan membuat otot dan sendi menjadi lebih kaku.
Peregangan ringan atau berjalan singkat setiap beberapa waktu dapat membantu menjaga kekuatan tubuh tetap stabil.
Faktor keselamatan di dalam rumah juga penting diperhatikan.
Banyak kasus patah tulang pada lansia terjadi akibat terpeleset di kamar mandi atau dapur.
Penggunaan sandal anti selip dan keset karet bisa membantu mengurangi risiko jatuh.





