Beberapa hal yang menjadi catatan Dedie antara lain penataan ulang meja, peningkatan sirkulasi udara, tambahan penerangan pada malam hari, serta hiburan musik akustik.
“Banyak pengunjung yang rela berjuang naik kereta jauh-jauh dari Jakarta, Tangerang, atau Sukabumi. Jadi tempatnya harus representatif,” kata Dedie.
Ia juga membuka kemungkinan adanya perubahan pada bagian bangunan yang dinilai menghambat sirkulasi udara agar suasana sentra kuliner lebih nyaman.
“Kalau perlu tembok yang mengganggu dibongkar dan diratakan agar sirkulasi udara dan suasana pasar makin ramah bagi semua orang,” tegasnya.
Pasar Tradisional Didorong Jadi Tujuan Kuliner
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor Jenal Abidin mengatakan tingginya minat pelaku UMKM berjalan beriringan dengan antusiasme masyarakat mendatangi Pasar Jambu Dua.
Menurut Jenal, sentra kuliner tersebut merupakan salah satu upaya PPJ bersama PT BAM untuk menarik kembali minat masyarakat terhadap pasar tradisional.
“Ini merupakan terobosan dari PPJ Kota Bogor dan PT BAM untuk menarik minat masyarakat ke pasar tradisional. Pasar basahnya juga sudah nyaman dan pastinya harga kebutuhan pokok terjangkau,” ujar Jenal.
Ia mengajak masyarakat Kota Bogor untuk datang dan menikmati kuliner di Pasar Jambu Dua. Pengelola, kata dia, akan terus mengevaluasi fasilitas dan pelayanan agar kawasan pasar semakin nyaman bagi pengunjung.





