Jenal tak ingin B2 Unleashed berhenti sebagai tontonan olahraga. Ia melihat banyak potensi atlet yang bisa dikembangkan dari kompetisi tersebut.
Para petarung terbaik nantinya berpeluang direkrut untuk memperkuat Kota Bogor dalam berbagai kejuaraan, mulai dari tingkat Jawa Barat hingga nasional.
Baca Juga: Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Diperiksa KPK soal Upah Pungut Bapenda
“Insyaallah, para fighter terbaik akan saya rekrut menjadi atlet yang akan kami lombakan di tingkat Jawa Barat, bahkan tingkat nasional,” ujarnya.
Menurut Jenal, keberadaan kompetisi seperti ini bisa menjadi alternatif bagi anak muda yang selama ini rentan terlibat tawuran, geng motor, maupun perkelahian.
Alih-alih menyalurkan energi lewat kegiatan yang merugikan, mereka bisa mengembangkan kemampuan melalui olahraga yang memiliki aturan dan disiplin.
Ia juga menyoroti sikap para petarung yang tetap saling menghormati setelah pertandingan. Bagi Jenal, sikap tersebut menjadi contoh bahwa persaingan tidak harus berujung permusuhan.
“Di atas ring sportivitas terlihat, kalah menang mereka berpelukan. Ini bentuk nyata dukungan kepada Pemkot Bogor. Angka perkelahian, tawuran, geng motor dan kenakalan remaja akan berkurang,” katanya.
Antusiasme peserta B2 Unleashed ternyata jauh melampaui perkiraan awal penyelenggara.
Founder sekaligus Promotor Aira Pro, Toto Sugiarto, mengatakan jumlah peserta awalnya ditargetkan hanya 100 orang. Namun, hingga kompetisi berlangsung, jumlah petarung yang terlibat mencapai 250 orang.







Respon (1)