INFOLADISHA – Aspirasi untuk membuka kembali aktivitas pertambangan di wilayah Bogor Barat menguat.
Tidak hanya datang dari kalangan pengusaha, dukungan juga mengalir dari masyarakat hingga Pemerintah Kabupaten Bogor.
Ketiganya sepakat meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberi lampu hijau bagi operasional tambang yang sempat dihentikan.
Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan yang digelar di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Selasa, 13 Januari 2026.
Forum itu mempertemukan Pemkab Bogor dengan para pengusaha tambang serta perwakilan masyarakat terdampak.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyampaikan bahwa aspirasi utama yang mengemuka adalah harapan agar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membuka kembali izin usaha tambang, dengan pengawasan yang lebih ketat dan selektif.
Menurut Ajat, Pemkab Bogor juga menawarkan solusi konkret atas persoalan klasik pertambangan, yakni lalu lintas angkutan berat yang selama ini menggunakan jalan umum.
Pemerintah daerah berencana membangun jalan khusus tambang dan logistik agar aktivitas tambang tidak lagi mengganggu warga.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemkab Bogor telah mengalokasikan anggaran APBD 2026 sebesar Rp100 miliar yang difokuskan untuk pembebasan lahan.
Namun, proyek ini dirancang dengan skema kolaboratif, melibatkan langsung para pemilik konsesi tambang.





