INFOLADISHA — Satpol PP Kota Bogor bersama aparatur wilayah mulai menggencarkan sosialisasi bahaya judi online dan pinjaman online dengan pola baru yang diklaim lebih masif.
Tahun ini kegiatan dilakukan dengan menggabungkan tiga kecamatan dalam satu agenda sosialisasi agar jangkauan peserta lebih luas.
Fungsional Ahli Madya Satpol PP Kota Bogor Apit Budiman mengatakan skema tersebut mulai diterapkan sejak Mei 2026.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang dilakukan per kecamatan, kini sosialisasi digelar secara kolaboratif dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat.
“Mulai Mei ini kami gelar sosialisasi. Tahun ini direncanakan dua kali dengan peserta lebih banyak, masing masing menggabungkan tiga kecamatan,” kata Apit, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: KDM Ingatkan Papua Jangan Kehilangan Alam dan Identitas di Tengah Pembangunan
Menurutnya, pola itu dipilih agar penyebaran informasi terkait risiko judi online dan pinjaman online bisa lebih efektif.
Satpol PP juga melibatkan anggota DPRD, tokoh agama, hingga organisasi kepemudaan dalam kegiatan tersebut.
Selain masyarakat umum, Satpol PP mulai membidik kelompok yang dinilai rentan terpapar judi online dan pinjaman online.
Salah satunya sopir angkutan kota melalui rencana kerja sama dengan koperasi angkot.
Apit menjelaskan materi sosialisasi nantinya menggabungkan dua isu sekaligus karena praktik judi online dan pinjaman online kerap saling berkaitan.





