INFOLADISHA – Kabupaten Bogor masih menghadapi persoalan serius dalam penanganan sampah.
Volume sampah harian yang mencapai 3.000 ton belum sebanding dengan jumlah armada pengangkut yang dimiliki pemerintah daerah.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bogor hanya memiliki 274 unit armada pengangkut sampah, mulai dari truk hingga motor truk sampah.
Kondisi itu membuat penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah.
Kepala Bidang Pengolahan Persampahan DLH Kabupaten Bogor Agus Budi mengatakan, keterlibatan pemerintah desa, kelurahan, kecamatan hingga sejumlah instansi menjadi langkah yang harus dilakukan untuk menekan persoalan sampah dari wilayah masing masing.
Baca Juga: Pemkab Bogor Siapkan Koridor Baru Tegar Beriman–Bomang, Bakal Punya Jalur 4 Lajur dan Pusat Pangan
“Jumlah sampah kita belum sebanding dengan jumlah armada kendaraan pengangkut sampah. Oleh karena itu kami melibatkan pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, SKPD, BUMD dan BLUD untuk mengelola serta mengolah sampahnya,” ujar Agus Budi, Minggu 7 Juni 2026.
Menurut Agus, dari total 3.000 ton sampah per hari, baru sekitar 2.000 ton yang diproyeksikan dapat dikelola melalui berbagai skema pengolahan.
Salah satunya lewat proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL.
PSEL nantinya diperkirakan hanya mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari.





