Bogor

BBM Naik Tanpa Sosialisasi, Pemkab Bogor Soroti Risiko Lonjakan Harga Pangan

×

BBM Naik Tanpa Sosialisasi, Pemkab Bogor Soroti Risiko Lonjakan Harga Pangan

Sebarkan artikel ini

INFOLADISHA – Kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM dinilai berpotensi memicu lonjakan harga pangan di pasaran.

Pemerintah Kabupaten Bogor pun meminta Pemerintah Pusat menyiapkan bantuan bagi masyarakat rentan agar akses terhadap kebutuhan pangan tetap terjaga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor Teuku Mulya mengatakan dampak kenaikan BBM akan langsung terasa pada rantai distribusi pangan.

Menurutnya, sektor logistik menjadi komponen utama dalam penyaluran bahan pangan dari sentra produksi hingga ke tangan konsumen.

Biaya angkutan yang meningkat, kata dia, akan mendorong kenaikan harga berbagai komoditas pangan di pasar.

Baca Juga: Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan ASN di Bogor Belum Bergerak, Pemkab Masih Tunggu Kabar Polisi

Kondisi tersebut berisiko menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

“Kalau harga naik, masyarakat yang biasanya membeli lima bisa jadi hanya membeli tiga atau dua. Itu yang terjadi secara nyata di lapangan,” ujar Teuku, Rabu, 10 Juni 2026.

Ia menjelaskan, tekanan terhadap harga pangan bisa semakin berat apabila bersamaan dengan gangguan produksi akibat El Nino atau kemarau panjang.

Karena itu, langkah antisipasi terhadap risiko gagal panen perlu diperkuat, termasuk melalui pembangunan infrastruktur air untuk lahan pertanian.

Menurut Teuku, sebagian besar lahan pertanian di Kabupaten Bogor masih bergantung pada curah hujan sehingga rentan terdampak saat musim kemarau berkepanjangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *