Untuk menjaga keterjangkauan pangan, Pemerintah Kabupaten Bogor selama ini menjalankan program Gerakan Pangan Murah.
Baca Juga: Sejumlah Kawasan Bogor Gelap Gulita, PLN Ungkap Penyebabnya
Namun, program tersebut diakui belum mampu menjangkau seluruh wilayah secara luas.
Karena itu, pihaknya berharap Pemerintah Pusat dapat memberikan bantuan beras kepada masyarakat yang mengalami kerawanan pangan.
Intervensi tersebut dinilai penting untuk menjaga konsumsi pangan keluarga di tengah potensi kenaikan harga kebutuhan pokok.
Selain bantuan beras, Teuku menilai bantuan langsung tunai atau BLT juga dapat menjadi solusi jangka pendek untuk mempertahankan daya beli masyarakat.
Menurutnya, pemerintah pusat memiliki kapasitas fiskal yang lebih besar untuk menyalurkan bantuan secara masif hingga tingkat desa sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Di tengah situasi tersebut, masyarakat juga diimbau mulai memperkuat ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam kebutuhan pangan sehari hari.
Langkah sederhana itu dinilai dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap pasar ketika harga komoditas mengalami kenaikan.
Meski mengingatkan potensi tekanan harga, Teuku memastikan stok pangan di Kabupaten Bogor hingga saat ini masih dalam kondisi aman.
Persoalan yang perlu diwaspadai, menurutnya, bukan ketersediaan barang melainkan kemampuan masyarakat untuk membeli ketika harga terus bergerak naik.





