“Kalau stok aman tetapi harganya mahal, masyarakat juga tidak bisa menjangkaunya,” katanya.
Di sisi lain, Teuku menyoroti kenaikan harga BBM yang dinilainya terjadi tanpa sosialisasi yang cukup kepada masyarakat.
Ia menilai informasi yang disampaikan lebih awal akan memberi waktu bagi masyarakat maupun pelaku usaha untuk menyiapkan langkah antisipasi.
Menurutnya, pasar akan merespons sangat cepat setiap kebijakan yang berkaitan dengan BBM.
Dampaknya dapat langsung terlihat pada harga berbagai kebutuhan pokok, mulai dari sayuran hingga bumbu dapur yang distribusinya bergantung pada transportasi berbahan bakar minyak.
“Begitu BBM naik, harga cabai, bawang, dan kebutuhan lain di pasar biasanya ikut bergerak karena seluruh proses distribusinya menggunakan bahan bakar,” ujar Teuku.





