INFOLADISHA – Kekurangan vitamin D masih menjadi persoalan kesehatan yang sering luput dari perhatian, terutama pada wanita.
Padahal, nutrisi ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga mendukung fungsi otot dan saraf.
Meski tubuh mampu memproduksi vitamin D secara alami saat kulit terpapar sinar matahari, faktanya banyak perempuan tetap mengalami kekurangan vitamin D.
Kondisi ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor biologis dan kebiasaan sehari-hari.
Salah satu penyebabnya adalah gaya hidup yang membuat banyak orang lebih sering beraktivitas di dalam ruangan.
Baca Juga: Dihadapan Wakil Walikota Bogor Habib Bahar Sampaikan Sikap Tegas Soal LGBTQ dan Miras
Penggunaan tabir surya secara rutin, pakaian yang menutupi sebagian besar kulit, hingga minimnya paparan sinar matahari juga ikut mengurangi produksi vitamin D secara alami.
Selain itu, faktor geografis turut berpengaruh.
Orang yang tinggal di wilayah dengan paparan sinar matahari terbatas atau mengalami musim dingin berkepanjangan cenderung lebih berisiko mengalami defisiensi vitamin D.
Tak hanya berasal dari sinar matahari, vitamin D juga dapat diperoleh dari berbagai jenis makanan.
Beberapa sumber terbaik di antaranya ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan sarden, kemudian kuning telur, hati, serta produk yang diperkaya vitamin D seperti susu dan sereal tertentu.





